Harga Properti Indonesia

Harga Properti Indonesia

Harga properti Indonesia sempat goyang akibat pandemi Covid-19. Apalagi, di awal tahun 2022 masih terdaftar stagnasi dari segi pasokan dan permintaan terhadap properti. Namun secara bertingkat harga properti terus mengalami perbaikkan berdasarkan data per tahun.

Penjelasan Pasaran Properti

Novita Marine, Country Manager Rumah menjelaskan apalagi jika dilihat per tahun selama tahun 2022.
Rumah Indonesia Properti Market Index sempat mendaftar tren negatif di awal tahun.

Pada tahun pertama 2022, tren indek pasar properti masih stagnan secara setiap tahun dengan kenaikkan dibawah 1%.
Tren minus juga berlanjut pada indeks suplai, yg turun sebesar 0,3% secara setiap tahun, dan indeks permintaan, yang turun sampai 2% secara setiap tahun.

Data Rumah Indonesia Properti Market Indek (RIPMI) tersebut mempunyai akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di harga properti di Indonesia.
Karena merupakan hasil analisis dari Rp 700.000 listing properti dari semua Indonesia.
Dengan lebih dari 17juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5juta pencari properti setiap bulannya.

Baca juga : Aneh Hindari Debt Collector

Sedangkan pada tahun kedua 2022, tren indek pasar properti menunjukkan kenaikkan sebesar 3,2% secara tiap tahun. Tren kenaikkan ini juga terlihat pada indek suplai, yang naik sebesar 1,3% secara tiap tahun.
Sedangkan itu, permintaan naik sebesar 2% secara tiap tahun.

Sedangkan pada tahun ketiga 2022, indek pasar properti menunjukkan kenaikkan sedikit sebesar 1% secara setiap tahun, diikuti indek suplai sebesar 5,1% setiap tahun. Sementara indek permintaan meningkat sampai 10,5% per tahun.

Harga Properti Premium di BSD Naik 10% per Tahun : Okezone Economy

Kenaikan Pasaran Properti Indonesia

Kalau dilihat dalam jangka waktu 1 tahun ke belakang.
Indek pasar dan indek suplai menunjukkan perningkatan dari tahun 2021 ke 2022 adalah masing masing sebesar 5% untuk kenaikkan indek harga, dan 4% untuk kenaikkan indek suplai.

Marine Novita mengungkapkan maka pelaku industri properti sebenarnya selalu optimis dengan situasi harganya. Cuma saja, keputusan tersangkut rencana investasi masih sangat bergantung pada kebijakkan Pemerintah.

Sejauh tahun 2022, Pemerintah sndiri telah mengambil keputusan yang tepat.
Pelonggaran protokol kesehatan mendorong aktivitas ekonomi nasional.
Kecuali itu, optimisme Pemerintah dalam menjaga kemajuan ekonomi kecocokkan target membuat pelaku industri juga lebih optimistis dalam berinvestasi, termasuk pada sektor properti.