Ibu Nekat Jual Ginjal

Ibu Nekat Jual Ginjal

Seorang Ibu Ibu Nekat Jual Ginjal di Jawa Timur nekat menjual Ginjal Demi Membayar Utang Koperasi Anaknya.

Ibu Nekat Jual Ginjal

Ada seorang Ibu Nekat Jual Ginjal berusia 59 tahun di daerah Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur berinisial ER terlihat di tepi jalan sambil memegang papan yang tertulisan ” DI JUAL GINJAL ” dan nomor hp yang bisa dihubungi.

Dan diketahui ibu ini kesehariannya menjual pisang goreng dan mengaku ingin jual ginjalnya karena ga tega melihat anaknya terus dinagih sama orang depkolektor.

Ibu ini mengakui sangat membutuhkan duit dalam nominal yang sangat banyak untuk melunasi utang yang dialami anaknya dan uang yang dipinjam oleh anaknya sebesar 200juta rupiah.

Dan Ibu ini juga menyebutkan anaknya yang lagi terlilit utang online hingga ratusan juta rupiah. Dan ga berhenti sampai disitu saja, anaknya yang berusia 32 tahun ini kembali pinjam uang lagi sekitar 50juta melalui KPR tuban dengan jaminan surat tanah, dan juga ngutang di koperasi, dan masih ada lainnya.

Baca Juga : Viral Istri Mengalami KDRT

Dan Ibu ini mengungkap Terpaksa nekat jual ginjal saya sendiri, hanya untuk melunasi utang anak saya yang sebesar 200juta. Aku tahu kalau menjual ginjal itu dilarang.

Suami saya sudah meninggal dunia sejak 1tahun yang lalu. Menjual ginjal adalah cara satu satunya jalan untuk ngelunasi uang pinjaman anak anak saya, kata ibu tersebut.

ibu jual ginjal Archives - Ipol.id

Ibu Dibawa ke Kantor Dinas

Karena aksi Ibu ini sampai diamankan oleh Petugas Dinas Sosial, yaitu Perlindungan Wanita dan Pelindungan Anak, dan Perdayaan masyarakat dan kampung daerah Kabupaten Tuban yang mempertanyakan soal aksi ibu ini.

Menurut penelusuran, uang yang di pinjam anak dari ibu ini digunakan untuk Investasi. Dan sialnya, uang yang di uang yang dipinjam oleh anaknya tertipu sama investasi yang tidak legal.

Anak saya ngutang hanya buat investasi. Investasi Bujal. Dan anak saya sudah 1tahun lebih membayar utang, kata dari ibu tersebut.

Dan kemudian anak ini melarikan diri dikarnakan ga sanggup bayar utang. Dan akhirnya, sang ibu lah yang menanggung semua utang dari anak ketika ada depkolektor yang datang kerumah untuk menagih utang.

Ditagih terus utang. Cicilan setiap bulan berdatangan, ada ratusan rupiah sampai berjuta-juta lebih.