Persaingan Dua Pesawat

Persaingan Dua Pesawat

Meski tidak lagi separah dulu tapi masih bisa kita rasakan bagaimana wabah pandemi meluluh lantahkan perekonomian, Termasuk Persaingan Dua Pesawat Maskapai ini. Ditengah situasi yang tidak pasti itu Super Jet Air mencoba hal baru dengan membuka penerbangan komersial demi bisa menggeserkan pasar milenial.Alih alih mendominasi setahun berikutnya malah muncul juga Lion Air sebagai penantang di segmen yang sama. Terhitung sejak 10 oktober 2020 lalu sempat berhembus kabar adanya pembentukan maskapai baru oleh lion air group. Benar saja rupanya Lion Group ingin menyasar kelas yang berbeda dengan target konsumen milenial.

Baca Juga : Meluncurnya 4 Mobil Terbaru

Persaingan Dua Pesawat

Super Air Jet Persaingan Dua Pesawat

Dimana seluruh pembiayaannya melebihi 500 milyar rupiah itu didanai langsung oleh Rusdi Kirana Pria kelahiran cirebon jawabarat, yang namanya sudah tidak asing lagi dalam dunia Aviasi tanah air. Sejatinya pembentukan maskapai resmi pada 1 maret 2021 ini tidak lepas dari rasa optimis pada peluang pasar ditanah air.

Paska badai pandemi yang melanda seluruh penjuru dunia. Ditambah lagi generasi milenial sangat membutuhkan kehadirannya sebagai maskapai penerbangan berbiaya murah. Khususnya untuk kebutuhan penerbangan dalam negeri.

Super Air Jet kemudian resmi mengudara dan menancapkan namanya dalam sejarah kedirgantaraan nasional terhitung per tanggal 6 agustus 2021 berdasarkan sertifikat operator udara yang diterbitkan oleh kementrian perhubungan.

Paska penerbangan tersebut Super Air Jet kemudian melakukan penerbangan pertamanya dengan Track Jakarta-Surabaya pada 22 agustus 2021.

Sedangkan dari kubu penantang Pelita Air Jet ini bukanlah perusahaan yang baru dalam dunia Aviasi. Awalnya maskapai ini hanya sebuah divisi layanan penerbangan dari BUMN Pertamina bernama Pertamina Air Service. Maskapai ini didirikan pada tahun 1963 tujuannya bukan untuk melayani penerbangan komersial, Melainkan dikhususkan bagi kebutuhan perusahaan yang bertanggung jawab diindonesia ini.

Kebutuhan tersebut meliputi transportasi para personilnya hingga sebagai layanan cargo. Bertahan selama 7 tahun divisi ini kemudian dirubahkan dan berdiri sendiri dengan nama baru PT Pelita Air Service. Tapi jauh sebelumnya tepat sejak didirikan tahun 1963 lalu. Pertamina Air Service memperluas daya saing industrinya di bidang Aviasi.

Perusahaan ini pun menambahkan layanan seperti operasi evakuasi medis dan layanan Transportasi udara untuk industri Migas di indonesia. Lalu pada tahun 2000 mereka mencoba membuka penerbangan komersil untuk beberapa rute di indonesia. Namun beratnya kompetisi di sektor penerbangan komersial membuatnya cuma bertahan 4 tahun saja. Dan akhirnya harus kembali fokus ketujuan utama didirikannya. Setelah Vakum beberapa lama, pada bulan april 2022 lalu Pelita Air kembali bersaing di sektor penerbangan komersial.

Kelebihan Kedua Maskapai ini

Nah walaupun kedua terbilang baru di segmen ini. Kehadiran mereka telah dibekali armada yang memadai untuk melayani para penumpangnya. Tercatat sebanyak 15 Airbus A320-200 dimiliki oleh Super Jet Air. Pesawat medium hall yang sanggup memuat hingga 180 penumpang. Kalau dibandingin sama pesawat lain dikelas yang sama, A320 Dibekali ruang kaki penumpang yang luas dan tentunya kapasitas bagasi yang cukup lapang.

Pesawat dengan lebar lambung 395 Meter ini mampu melesat hingga 828 Km/jam pada ketinggian 36000 kaki. Sedangkan untuk pelita Air Sendiri memiliki strategi yang berbeda soal pemilihan armada. Disaat beberapa maskapai lain mengandalkan pesawat dari Airbus Atau Boing. Mereka malah menjatuhkan pilihannya Pada Brigtish Air Space.

Tapi jangan pikir karena hal itu anda bisa membayar mahal untuk naik kedua maskapai. Apalagi kedua maskapai ini sama sama duduk dikelas penerbangan berbiaya murah. Untuk Super Jet Air menetapkan kisaran harga yang relatif terjangkau buat konsumen Milenialnya. Setidaknya ada 10 Rute yang mereka sediakan. Tarif termurahnya berada di track jakarta-palembang yang setidaknya kamu hanya perlu memiliki 252 ribu saja untuk terbang.

Selanjutnya ada rute jakarta-pekanbaru yang dibanderol mulai 423ribu Rupiah dan untuk rute terfavorit Jakarta-Kota Pahlawan dilayani dengan tarif mulai dari 348.000 saja. Meskipun begitu penerbangan yang agak berjauhan akan menyesuaikan soal tarif. Misalnya Rute Jakarta-Makasar yang dibanderol sekitar 1 Juta rupiah.

Kesimpulan Persaingan Dua Pesawat

Walaupun tidak semurah Super Jet tapi setidaknya yang ditawarkan Pelita Air masih cukup terjangkau, Yaitu sekitar 800.000 rupiah hingga 1.000.000 rupiah. Selain harga yang ditawarkan, tidak sedikit yang menunggu nunggu gimana penampilan pramugarinya.

Ketika maskapai lainnya memilih warna putih untuk seragamnya. Super Jet justru memilh warna Brown. Sebuah perpaduan antara coklat dan putih agar menampilkan kesan casual dan tidak kaku. Dibanding maskapai lain boleh dibilang pramugari Super Air Jet jadi yang paling nyentrik. Karena model pakainnya yang mengadopsi gaya Jumpsuit yang diadaptasi agar lebih formal sejalan dengan target sasarannya yaitu penumpang milenial.

Sedangkan Pesawat Pelita Air ini juga tidak ingin kalah, Maskapai tersebut turut membuat kita salfok dengan seragam pramugarinya. Dalam balutan kostum berwarna gelap kombinasi hijau tua, Biru dongker dan merah maroon tua. Kesan tersebut masih nampak dengan scarft di leher. Ya meskipun secara model busana milik pelita air ini udah jarang ditemui dimaskapai lain, Tapi sama sama cantik yaa.

Untuk Informasi Seputar Otomotif Dan Berita Terbaru Bisa Anda Baca Di hellofromhony.